Minggu, 24 Mei 2015

Transformasi Circle ke Rectangular pada Citra Iris



Kamu pasti sering lihat teknologi iris recognition bukan?
Dalam teknologi tersebut memanfaatkan ke unikan ciri dari sebuah citra mata, seperti berikut



Teknologi yang digunakan sama halnya dalam sidik jari! Bila dalam sidik jari yang digunakan adalah minuteae maka dalam teknologi iris pun didapatkan ‘minuteae’ nya iris. Biasanya menggunakan teknik circle hough untuk mendeteksi sebuah keberadaan letak iris.
Kemudian melakukan konversi circle to rectangular
Seperti pada ilustrasi berikut:
Penulis sengaja menggunakan line merah sebagai batas nya
Sebagai penguji apakah penulis sudah betul membuat algoritmanya maka kamu bisa melihat urutan color nya!
Karena kita bekerja menggunakan komputer yang bersifat diskrit (citra digital) maka penulis menggunakan konsep kuantisasi sebanyak pi/100 sebagai langkah sampling nya
 



Kamu bisa lihat kan! Sebuah citra lingkaran dapat dibuat ke versi rectangular, maka kasus diatas pun seperti berikut bila menggunakan citra iris
 


Yups langkah tersebut biasanya didalam paper ilmiah dinamakan proses normalisasi. Proses normalisasi bertujuan untuk mengubah bentuk iris yang berupa lingkaran kedalam bentuk persegi panjang dengan ukuran tertentu.
Jadi sudah tahu kan! Jeroan teknologi didalam iris recognition!
Nah citra diatas bisa kamu gunakan dalam langkah selanjutnya untuk di ekstrak fitur nya menggunakan transformasi wavelet, gabbor atau bahkan PCA (template matching) sehingga didapatkan sebuah ciri fitur atur vektor ciri!


Vektor ciri inilah yang akan kamu gunakan sebagai discriminant, misalkan digunakan untuk algoritma JST, LVQ, K-nearest, K-means!


Penulis menggunakan matlab dalam melakukan deteksi keberadaan iris dalam hal ini hough circle dan mengubah nya kedalam bentuk rectangular menggunakan konsep cartesian to polar coordinat.
 

Referensi

http://opanlab.com/matematika/aljabar/koordinat-kartesius-dan-polar.php

Posting Komentar