Jumat, 03 Juli 2015

Scrambler and descrambler pada Citra Digital

Scrambler seringkali didefinisikan sebagai dasar pengacak untuk menghilangkan urutan bit 1 dan 0 yang terlalu panjang. Ini biasanya digunakan pada rangkaian transimisi tanpa kabel. Misalnya rangkaian ekstraksi pulsa detak (clock recovery) pada sistem akan kehilangan fungsinya bila menerima urutan data “1” atau “0” yang sangat panjang, sehingga pada penerima dapat terjadi pendeteksian yang salah (http://www.elektroindonesia.com/elektro/tel36.html)

Suatu sistem komunikasi biner/data dikatakan memiliki bit sequence transparancy, apabila sistem tersebut mampu untuk menyalurkan semua bentuk urutan bit yang ada. Salah satu cara untuk mewujudkan hal ini adalah dengan menggunakan scrambler (pengacak data) yang akan mencegah bentuk urutan data “1” atau “0” yang panjang.

Unjuk kerja sistem transmisi digital tergantung dari sifat statistik sinyal. Deretan panjang bit “0” atau “1” akan menyebabkan hilangnya sinkronisasi bit, sehingga pada penerima dapat terjadi pendeteksian yang salah. Untuk menghindari hal tersebut, deretan sinyal data masukan bi.asanya diacak terlebih dahulu sehingga deretan panjang bit “0” atau “1” dapat dihilangkan. Proses pengacakan sinyal tersebut dinamakan scrambling, dan rangkaian yang bekerja untuk melakukan hal itu disebut scrambler. Descrambler pada bagian penerima mengembalikan pola deretan sinyal ke bentuk asalnya. Berikut contoh untuk diterapkan pada citra digital
 



Posting Komentar