Friday, March 6, 2020

Buku Belajar Dasar-Dasar Statistika dengan R-Kontrol Syarat Kondisi dan Perulangan di R

Sinopsis

R Tools sangat unik sekali karena mempunyai fitur untuk membuat script tersendiri untuk membuat alur kode tidak seperti tools statistika SPSS yang berbasis drag and drop sehingga R Tools dapat disebut dengan R Languange. Layaknya bahasa pemrograman umum lainnya yang dilengkapi dengan kemampuan control alur program, maka di R juga mempunyai hal tersebut seperti control If then else, looping for dan while. Pembahasan ini erat kaitannya dengan https://www.softscients.web.id/2020/02/jenis-operator-di-bahasa-r.html berupa operator logika dan perbandingan.

Style penulisan kode kalian bisa menggunakan indentasi agar mudah dalam mempelajari kode yang telah kalian buat, bisa saja makin banyak kode akan semakin membingungkan kalau tidak rapi dalam menulis kode ataupun tidak memberikan keterangan pada kode tertentu seperti hal dibawah ini
  1. kode tersebut melibatkan logika syarat kondisi yang berkalang (didalam if ada if lagi) 
  2. selain hal tersebut seiring berjalannya waktu akan menyulitkan kita mengingat kembali cara kerja kode.
  3. sebaiknya mengikuti kaidah/penulisan yang umum dipakai secara internasional agar suatu saat kalian membuat package dapat dimengerti oleh semua orang
Menulis kode merupakan sebuah seni dalam programming sehingga kalian harus rapi dan mempunyai passion untuk menulis kode agar terlihat menarik serta menyenangkan.

Kontrol Syarat Kondisi

Kontrol syarat kondisi if then else di Bahasa R terdapat 3 bentuk yaitu
  1. IF Statement
  2. IF Else Statement
  3. IF else if Statement
3 bentuk diatas dapat kalian gunakan  untuk mengontrol arah alur kode dengan menggabungkan operator logika dan perbandingan.

Kontrol Syarat Kondisi If statement

Bentuk umum dari IF Statement yaitu

if (test_expression) {
 statement
}

Contoh penerapan IF Statement di R

x <- 20
if(x > 0){
 print('Bilangan positf')
}

Hasil

[1] "Bilangan positf"

Kontrol Syarat Kondisi If else statement

Bentuk umum dari IF ELSE Statement yaitu

if (test_expression) {
 statement1
} else {
 statement2
}

Contoh penerapan IF ELSE Statement di R

x <- -30
if(x > 0){
 print('Bilangan positf')
} else {
 print('Bilangan negatif')
}

Hasil

[1] "Bilangan negatif"

Kontrol Syarat Kondisi If else if statement

Bentuk umum dari IF ELSE IF  Statement yaitu

if ( test_expression1) {
 statement1
} else if ( test_expression2) {
 statement2
} else if ( test_expression3) { 
 statement3
} else {
 statement4
}

Contoh penerapan IF ELSE IF Statement di R

x <- 0
if(x > 0){
 print('Bilangan positf')
} else if (x<0) {
 print('Bilangan negatif')
} else {
 print('Bilangan NOL')
}

Hasil

[1] "Bilangan NOL"

Kontrol Iterasi / Looping For

Bentuk umum Looping FOR  Statement

for (value in sequence) {
 statement
}

Bisa kalian gunakan untuk untuk looping vector

daftar_kota<-c('semarang','solo','yogyakarta','tegal','pati')
for (kota in daftar_kota){
 print(kota)
}

Hasil

[1] "semarang"
[1] "solo"
[1] "yogyakarta"
[1] "tegal"
[1] "pati"

Ataupun kalian ingin looping berdasarkan nilai increment tertentu seperti berikut ini untuk iterasi dari 1 sampai 10 dengan increment sebanyak 2. Oiya satu hal lagi, kalian bisa menggunakan perintah paste untuk menggabungkan 2 string menjadi satu

for(i in seq(from=1, to=10, by=2)){
 print(paste('iterasi',i))
}

Hasil

[1] "iterasi 1"
[1] "iterasi 3"
[1] "iterasi 5"
[1] "iterasi 7"
[1] "iterasi 9"

Kontrol Iterasi / Looping While

Selain looping for, kalian bisa menggunakan looping while dengan bentuk umum sebagai berikut

while(condition){
    statement
}

Misalkan untuk akses sebuah vector dikombinasikan dengan break

daftar_kota<-c('semarang','solo','yogyakarta','tegal','pati')
index  = 1
while (TRUE){
 print(daftar_kota[index])
 if (index>=length(daftar_kota)){
  break
 }
 index = index+1
}

Hasil

Hasil
[1] "semarang"
[1] "solo"
[1] "yogyakarta"
[1] "tegal"
[1] "pati"







No comments:

Post a Comment